Tampilkan postingan dengan label DSS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DSS. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juni 2008

Decision Support System

Decision support systems are a class of computer-based information systems including knowledge based systems that support decision making activities.

Definitions
Because there are many approaches to decision-making and because of the wide range of domains in which decisions are made, the concept of decision support system (DSS) is very broad. A DSS can take many different forms. In general, we can say that a DSS is a computerized system used for supporting rather than automating decisions. A decision is a choice between alternatives based on estimates of the values of those alternatives. Supporting a decision means helping people working alone or in a group gather intelligence, generate alternatives and make choices. Supporting the choice making process involves supporting the estimation, the evaluation and/or the comparison of alternatives. In practice, references to DSS are usually references to computer applications that perform such a supporting role.


The term decision support system has been used in many different ways (Alter 1980, Power, 2002) and has been defined in various ways depending upon the author's point of view
.

Finlay and others define a DSS rather broadly as "a computer-based system that aids the process of decision making." Turban defines it more specifically as "an interactive, flexible, and adaptable computer-based information system, especially developed for supporting the solution of a non-structured management problem for improved decision making.
It utilizes data, provides an easy-to-use interface, and allows for the decision maker's own insights."
Other definitions fall between these two extremes. For Little, a DSS is a "model-based set of procedures for processing data and judgments to assist a manager in his decision-making." For KeenA, a DSS couples the intellectual resources of individuals with the capabilities of the computer to improve the quality of decisions ("DSS are computer-based support for management decision makers who are dealing with semi-structured problems").


Moore and Chang define DSS as extendible systems capable of supporting ad hoc data analysis and decision modeling, oriented toward future planning, and used at irregular, unplanned intervals. For Sprague and Carlson, DSS are "interactive computer-based systems that help decision makers utilize data and models to solve unstructured problems." In contrast, Keen
claims that it is impossible to give a precise definition including all the facets of the DSS ("there can be no definition of decision support systems, only of decision support").

Nevertheless, according to Power, the term decision support system remains a useful and inclusive term for many types of information systems that support decision making. He humorously adds that every time a computerized system is not an on-line transaction processing system (OLTP), someone will be tempted to call it a DSS. As you can see, there is no universally accepted definition of DSS.

A brief history
In the absence of an all-inclusive definition, we focus on the history of DSS (see also Power
0. According to Keen, the concept of decision support has evolved from two main areas of research: the theoretical studies of organizational decision making done at the Carnegie Institute of Technology during the late 1950s and early 1960s, and the technical work on interactive computer systems, mainly carried out at the Massachusetts Institute of Technology in the 1960s.
It is considered that the concept of DSS became an area of research of its own in the middle of the 1970s, before gaining in intensity during the 1980s. In the middle and late 1980s, executive information systems (EIS), group decision support systems (GDSS), and organizational decision support systems (ODSS) evolved from the single user and model-oriented DSS. Beginning in about 1990, data warehousing and on-line analytical processing (OLAP) began broadening the realm of DSS. As the turn of the millennium approached, new Web-based analytical applications were introduced.

It is clear that DSS belong to an environment with multidisciplinary foundations, including (but not exclusively)
database research, artificial intelligence, human-computer interaction, simulation methods, software engineering, and telecommunications.
DSS also have a weak connection to the
user interface paradigm of hypertext. Both the University of Vermont PROMIS system (for medical decision making) and the Carnegie Mellon ZOG/KMS system (for military and business decision making) were decision support systems which also were major breakthroughs in user interface research. Furthermore, although hypertext researchers have generally been concerned with information overload, certain researchers, notably Douglas Engelbart, have been focused on decision makers in particular.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Decision_support_system

Kajian Mengenai Sistem Informasi Manajemen

UNSUR-UNSUR SISTEM INFORMASI SEDERHANA
Semua sistem informasi mempunyai tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (input), kemudian memprosesnya dengan melakukan penghitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran dan lain-lain, akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).
DATA : fakta-fakta atau sesuatu yang dianggap (belum mempunyai arti)
INFORMASI : data yang telah diproses atau data yang memiliki arti.
Perubahan data menjadi informasi dilakukan oleh pengolah informasi. Pengolah informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, non-komputer atau kombinasi keduanya.

SISTEM INFORMASI UNTUK MANAJER
Informasi yang diberikan kepada manajer digunakan untuk mengendalikan operasi, strategi, perencanaan jangka panjang & pendek, pengendalian manajemen dan pemecahan masalah khusus.

Dalam sistem yang dikomputerisasikan, program secara terus-menerus memantau transaksi pemasukan yang diproses atau yang baru di proses guna pengindetifikasian dan secara otomatis melaporkan lingkungan perkecualian yang memperoleh perhatian manajemen.
Semakin tinggi lapisan manajemen akan semakin cenderung menggunakan informasi yang berasal dari luar untuk tujuan pengendalian manajemen. Perbandingan kinerja organisasi dengan statistika ringkasan dari pesaing atau industri rata-rata jelas sangat penting artinya.

SISTEM INFORMASI INTELIJEN
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum, peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang para manajer tidak menerima dari sumber lain.

Sumber informasi intelijen :
-Lembaga pemerintah.
-Asosiasi perdagangan industri
-Perusahaan riset pasar swasta
-Media massa
-Kajian khusus yang dilakukan organisasi
-Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing, pergeseran halus dalam selera konsumen.

Unsur pokok dalam informasi intelijen :
-Profil keperluan informasi dari manajer
-Sistem penggalian informasi manajemen
-Sistem pengkodean dan penyimpanan.
-Sistem analisis data
-Kajian khusus
-Sistem pelaporan
-Pedoman penghapusan data.
Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.

INTEGRASI SISTEM INFORMASI
Integrasi : adanya saling keterkaitan antar sub sistem sehingga data dari satu sistem secara rutin dapat melintas, menuju atau diambil oleh satu atau lebih sistem yang lain.
Pengintegrasian sistem informasi merupakan salah satu konsep kunci dari SIM.
Berbagai sistem dapat saling berhubungan satu sama lain dengan berbagai cara yang sesuai keperluannya.
Integrasi sistem informasi dapat bersifat hirarkis yaitu pada tingkat transaksi akan memberikan masukan data kepada sistem tingkat manajerial atau sering pula dalam arah sebaliknya. Interaksi hirarkis adalah paling banyak diidentifikasikan dan diitegrasikan karena manajer mengetahui bahwa informasi harus diringkaskan menurut jalur hirarki disamping sistem yang bersangkutan ada di bawah satu garis komando dan karena manajer dalam bidang fungsional akan lebih banyak mengetahui data apa yang ada dalam sistemnya.

Keuntungan dari integrasi :
-Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.
-Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.

EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
A. Fokus awal pada data
Selama paruh pertama abad 20, perusahaan pada umumnya mengabaikan kebutuha n informasi para manajer. Pada fase ini penggunaan komputer hanya terbatas pada aplikasi akuntansi.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) .

B. Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar.

C. Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system)
= sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang harus dibuat manajer.

Manajer tsb. Berada di bagian manapun dalam organisasi pada tingkat manapun dan dalam area bisnis apapun. DSS dimaksudkan untuk mendukung kerja satu manajer secara khusus.

Spesifikasi DSS :
-Berfokus pada proses keputusan daripada proses transaksi
-Dirancang dengan mudah, sederhana, dapat diterapkan dengan cepat dan mudah diubah.
-Dirancang dan dioperasikan oleh manajer
-Mampu memberikan informasi yang berguna bagi analisis kegiatan manajerial.
-Berkaitan dengan hanya bagian kecil dari masalah besar
-Memiliki logika yang serupa dengan cara manajer menganilis situasi yang sama.
-Memiliki basis data berisi informasi yang disarikan dari file dan informasi lain organisasi yang berasal dari lingkungan eksternal.
-Memungkinkan manajer untuk menguji hasil yang mungkin dari serangkaian alternatif.

D. Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang , perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.

E. Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

KEMAMPUAN SEBUAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengetahuan tentang potensi kemampuan sistem informasi yang dikomputerisasi akan memungkinkan seorang manajer secara sistematis menganalisis masing-masing tugas organisasi dan menyesuaikannya dengan kemampuan komputer.

SIM secara khusus memiliki beberapa kemampuan teknis sesuai yang direncanakan baginya. Secara kolektif kemampuan ini menyangkal pernyataan bahwa komputer hanyalah mesin penjumlah atau kalkulator yang berkapasitas tinggi, sebenarnya komputer tidak dapat mengerjakan sesuatu ia hanya mengerjakan lebih cepat. Sistem informasi komputer dapat memiliki sejumlah kemampuan jauh diatas sistem non komputer. Dan kemampuan ini telah merevolusikan proses manajemen yang menggunakan informasi yang dihasilkan oleh sistem yang telah ada.

Beberapa kemampuan teknis terpenting dalam sistem komputer :
-Pemrosesan data batch
-Pemrosesan data tunggal
-Pemrosesan on-line, real time
-Komunikasi data dan switching pesan
-Pemasukan data jarak jauh dan up date file
-Pencarian records dan analisis
-Pencarian file
-Algoritme dan model keputusan
-Otomatisasi kantor.

KEMAMPUAN PELAPORAN
Semua sistem informasi memiliki kemampuan pelaporan dan laporan harus dirancang agar sesuai dengan bentuk tertentu.

Prinsip pelaporan :
-Laporan harus menonjolkan informasi terpenting
-Harus seringkas mungkin
-Harus disediakan dukungan
-Sistem pelaporan manajemen biasanya dalam transisi
-Setiap laporan harus berformat keputusan
-Terstruktur untuk melaporkan suatu kinerja

Jenis-jenis laporan :
1. Laporan periodik
Laporan yang secara rutin dikerjakan
2. Laporan indikator kunci
Merupakan variasi laporan periodik, laporan ini secara khusus memberikan beberapa statistik kritis kegiatan operasi harian kepada manajer.

Laporan siap panggil
Jenis laporan yang ditetapkan oleh manajer agar tersedia sebelum berakhirnya satu periode, mungkin karena masalah operasi yang tidak diharapkan atau adanya ancaman.
Laporan khusus
Laporan ini sering disebut juga laporan ad-hoc adalah jenis laporan lain dari jenois laporan tidak terjadwal yang dapat diminta oleh manajer.
Laporan perkecualian
Yaitu laporan yang berisi hanya informasi yang dibutuhkan oleh manajer.

INTERFACE ANTARA MANAJER DAN MESIN.
= titik kontak dimana sistem komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.

Bentuk komunikasi antara manajer dan komputer :
-Pengembangan program komputer
-Dialog atau menyelami file
-Mengakses data
-Memasukkan input

Seiring dengan perkembangan lingkungan bisnis yang rumit dan lingkungan yang dinamis tuntutan terhadap keberadaan Sistem informasi manajemen adalah menjadi kebutuhan.
Sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi secara rasional dan yang mentransformasikan data menjadi informasi dengan berbagai cara sehingga dapat meningkatkan produktifitas selain juga harus disesuaikan dengan gaya dan watak para manajernya.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab gagalnya membangun SIM, antara lain :
· Kurang organisasi yang wajar
· Kurangnya perencanaan yang memadai
· Kurang personil yang handal
· Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan para manajer dalam merancang sistem, mengendalikan upaya pengembangan sistem dan memotivasi seluruh personil yang terlibat.

Kemampuan teknis sistem komputer :
Pemrosesan data batch
Pemrosesan data tunggal
Pemrosesan on-line, real time
Komunikasi data dan switching pesan
Pemasukan data jarak jauh dan up date file
Pencarian records dan analisis
Pencarian file
Algoritme dan model keputusan
Otomatisasi kantor.

Sumber : google.com, http://oktadymalik.multiply.com/journal/item/43